Nostalgia awal berdirinya Tsabitaboneka


Sebelum terjun ke dunia pembuatan boneka awalnya kami membuat peci bayi dari kain emen tersebut peci itu kami hias dengan kain felt. Idenya tentu karena anak pertama kami laki-laki yang masih balita , jadi kami ingin membuat sesuatu yang lucu yang bisa dipakainya. Disamping menjual sendiri secara langsung dengan gaya PKL di pasar kaget UI (sekarang sudah tidak ada). Kami juga menitipkan karya kami ke kenalan kami di Islamic Book Fair di Jakarta tahun 2001/2002 (kalo ga salah ingat nih). Ternyata responnya sangat luar biasa sehingga saya kewalahan menjahit peci sendiri. Saya pun mulai hunting penjahit untuk membantu, tapi pencarian ini ternyata tidak mudah dan membutuhkan waktu cukup lama untuk mencari penjahit yang cocok bekerjasama dengan kami.

Seiring dengan pertumbuhan putri kedua kami yang memasuki usia balita dan hadirnya putri ketiga kami yang kami beri nama Tsabita, saya mulai berfikir untuk membuatkan mainan untuk anak-anak putri kami, tentu mainan itu harus aman dan bernilai edukasi. Akhirnya saya mempunyai ide untuk membuat boneka muslim yang bajunya bisa dibongkar pasang dari kain polar fleece yang pada saat itu (tahun 2003) belum ada yang menjualnya -setidak-tidaknya di dekat daerah kami tinggal belum ada mungkin di daerah lain sudah ada ya :). Saya pun berusaha belajar membuat boneka secara autodidak dari buku import pinjaman (weleh-weleh gak modal banget ya), hasilnya putri kedua kami Izzah sangat menyukai boneka buatan saya..duh senangnya karya pertama langsung sukses untuk anak :)

Tanpa diduga teman-teman saya pun tertarik dan minta dibuatkan boneka yang sama dengan boneka punya Izzah, inilah awal dari binis boneka buatan kami yang akhirnya kami beri merk Tsabita seperti nama putri ketiga kami yang waktu itu masih bayi. 

Saat Islamic book Fair 2003 kami mencoba menitipkan boneka muslim buatan kami ke stand kenalan kami sebanyak 50 boneka yang lagsung habis dalam sehari di hari pertama!. Padahal saya hanya membuat cuma 50 boneka itu saja yang saya pikir cukup untuk pameran selama seminggu :). Sejak saat itulah saya dan suami mantap dan fokus menggeluti kerajinan membuat boneka 

Kini model dan desain buatan Tsabita Boneka telah semakin berkembang bukan hanya boneka muslim tetapi juga boneka tangan, boneka jari dan boneka muppet , bahkan boneka tangan profesi kami sempat diliput media seperti tabloid Nova, Koran Tempo, Majalah Aliya, TransTV dan DAAI TV sekitar tahun 2005-2006 bisa di lihat di http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=11738&no=2 .

Dan pembeli boneka kami bukan hanya dari Indonesia tapi juga negara Malaysia, Singapura, Kanada, Jepang, Australia dan Jerman.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan ilham kepada kami dan membuka jalan bagi kami untuk menggeluti usaha kerajinan boneka ini. Mudah-mudahan kami tetap menjadi orang yang bisa mensyukuri nikmat Nya.

Tsabita Boneka mengucapkan banyak terima kasih kepada para media cetak dan elektronik yang pernah meliput Tsabita Boneka yang cukup membantu Tsabita Boneka menjadi dikenal masyarakat dan menjadi kenangan manis kami.

1. Tabloid Nova (profil) (2006)
2. Majalah Alia (2006)
3. Koran Tempo (2006)
4. Majalah Sabili (2006)
5. Koran Pelita (2011)
6. Tabloid Nakita (2011)
7. Trans TV (Jelang Siang) (2006 & 2011)
8. Trans 7 (Kunci Sukses) (2011)
9. DAAI TV (2006 & Juli 2012 acara Mata Hati)
10.B Channel TV (Galeri) Mei 2012
11.Tabloid Genie (creativity) Juni 2012
12.Tobucil&Klabs Juni 2012
13.Trans 7 (Laptop si Unyil) )Oktober2012
14. MNC TV (KRIBO) Juni 2013




Komentar