SMS/WA :0812 9597 095 (Tsabita Boneka) 8.00-17.00 WIB
atau kirim pertanyaan anda melalui inbox ke FP Tsabita Boneka&Puppet

Minggu, 26 Mei 2013

Antara Seni, Matematika dan Puppet

Sekitar 10 hari yang lalu kami mendapat pesanan yang sangat mendesak...maksudnya yang mendesak sang pendongeng :D yang terus merayu saya agar mau membuatkan 5 puppet berbentuk pensil  maskot Greebel yang terlihat sederhana...ternyata membuatnya tidak sesederhana menggambarnya ...apalagi dengan  waktu singkat yang diminta.
Desain maskot pensil Greebel

Bentuk dasar puppet pensil ini akan mengingatkan kita pada bentuk bangun ruang yang diajarkan di SD, dari yaitu prisma dengan dasar segi enam dan segitiga dengan ujung kerucut. \Untuk membuat pola besarnya tentu saja disamping memakai perbandingan tentu mau-tidak mau saya harus memperkirakan berapa besar dimensi puppet kalau jadi nanti....dari sinilah ilmu matematika saya jadi terpakai hahaha....

Saya lahir di keluarga seni...Ayah saya yang saya panggil Abah pensiunan  Dosen seni rupa di IKIP Surabaya. Jadi saya dari kecil sudah terbiasa melihat krayon,pensil warna, cat air,cat poster dan cat minyak . Dari TK juga saya sudah suka menggambar inilah dasar dari saya menyukai seni dan craft.... tapi ada hal lain yang menarik perhatian saya ketika saya SD yaitu sains dan matematika. Ketika lulus kuliah saya mendaftar ke kedua jurusan yg mungkin terlihat bertolak belakang Seni Rupa ITB dan Matematika UI ! lucu bukan...dan gelar saya setelah lulus kuliah adalah SSi (Sarjana Sains)...jadi tahu dong akhirnya saya diterima dimana :D

Ternyata membuat puppet pensil ini memerlukan kedua bidang itu seni dan matematika...Matematika bagi pembuatan puppet sangat diperlukan khususnya membuat pola puppet pensil ini, bisa dilihat di foto-foto dibawah
Bentuk alas prisma segitiga dan segienam

Kerucut-kerucut bertebaran
Memakai dua mesin jahit untuk mengerjakan "matematika" hehehe

Kalau membuat tangan ini lebih diperlukan seni dan sedikit matematika perbandingan :)

Ternyata dengan bentuk dasar seperti itu sangatlah sulit membuat puppet yang bisa digerakkan mulutnya, akhirnya dengan memperlebar mulut (dibandingkan desain yang bermulut imut tapi tidak bisa digerakkan ini berdasarkan uji coba pada dummy yang kami buat) jadilah puppet pencil bisa digerakkan dengan nyaman dan mudah bagi puppeter nya. 

Sudah bereskah permasalahan?...ternyata tidak saudara-saudara...ketika saya mencoba mengisi puppet pensil ini dengan silikon fiber ternyat puppet malah lebih mirip guling dan berat! ha...? terbayang oleh saya nanti sang puppeter berasa memainkan bantal atau guling tentu bisa pegal-pegal tangannya :D
Akhirnya kami mencari alternatif pengisi puppetnya yaitu busa foam yg tebal yang kami bentuk sebagai kerangka dan pembentuk puppet. hasilnya puppet menjadi lebih ringan dan bentuk tetap rapi. 
Jadi teman-teman bisa dikatakan inilah foam puppet pertama kami, karena selama ini buatan kami lebih bisa disebut plush puppet (plush bersifat empuk seperti boneka peluk/bantal):D













2 komentar:

Denali Souvenir jogja mengatakan...

itu dijait mesin semua atobada yang jait tangan mbak ????

tsabita boneka mengatakan...

Ada yang dijahit tangan juga mbak Denali Souvenir jogja , karena tidak semua bagian bisa dijangkau mesin jahit :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...