SMS/WA :0812 9597 095 (Tsabita Boneka) 8.00-17.00 WIB
atau kirim pertanyaan anda melalui inbox ke FP Tsabita Boneka&Puppet

Rabu, 30 Mei 2012

Sedang sibuk apa sih Tsabita Boneka bulan ini?

Mungkin ada teman-teman dan cutomers yang bertanya-tanya dalam hati, sedang sibuk apa sih Tsabita Boneka   sampai harus off segala sampa bulan July 2012?

Ini ceritanya teman-teman....

Teman-teman tahu kan Tsabita Boneka disamping membuat macam-macam boneka tangan juga membuat macam-macam softdoll....nah salah satunya adalah muslim softdoll yang bisa dibongkar pasang ukurannya sekitar 44 cm seperti ini contohnya .

Nah ...boneka seperti diatas sedang banyak pemesanan dari customer kami di Malaysia dalam jumlah ratusan ...(Alhamdulillah). Berhubung kami masih tingkat pengrajin dengan jumlah SDM dibawah 10 orang (bukan pabrik )jadi terpaksa kami off dulu tidak menerima pesanan yang lain. Kami masih juga sih membuata boneka tangan...tapi mereka sudah memesan dan mengantri dari bulan April dan Mei lalu. Jadi mohon maaf sekali jika banyak teman-teman/ customer yang kecewa karena kami tidak bisa buka pesanan dulu. :)
Contoh Moslem softdoll 44cm

Contoh Moslem softdoll 20cm tidak bisa dibongkar pasang..

Senin, 28 Mei 2012

Milky the Little Robot......Recycle don't litter....DIY

Hello ... I'm Milky... from recycle lab...beep...beep
Si Milky ini adalah uji coba saya untuk  mencoba menerapkan prinsip "reduce-reuse-recycle"  tantangan dari Month Challenge Indonesian Crafter yang saya ikuti. Ide awalnya saat saya menuang susu bubuk ketempatnya, saya lihat kemasan alumunium foilnya cukup kuat utuk dibuat sesuatu yanh dijahit. Akhirnya timbul ide membuat boneka robot dari kemasan susu yang 99% bahannya recycle...:).

Kenapa pilihan saya memuat robot? Alasan utama saya ..ya untuk membuat mainan untuk putra bungsu saya   Qeis(3th) yang suka sekali menonton Astro Boy yang ceritanya dan isinya robot melulu :)

Ternyata menyelesaikan robot sederhana ini cukup sulit bagi saya...karena disamping bahannya yang agak sukar dijahit ( dengan tangan lho 100% handmade), apalagi membalikknya...perlu kehati-hatian agar tidak robek dan kusut...kendala kedua adalah Qeis yang sangat antusias dan tidak sabar menunggu jadinya si Milky, baru setengah jadipun sudah dipakai bermain dan dibawa kemana-mana.... :D

Mau ikut coba membuatnya ?....kita lihat bahan utamanya ya....

Bahan yang akan dipakai :

  1. Alumunium foil kemasan susu yang sudah dibuka menjadi lembaran dan dicuci serta dikeringkan.
  2. Perca kain kecil-kecil ntuk isian boneka
  3. Kardus susu untuk pola robot sekaligus rangka penguat robot.
  4. Benang jahit dan benang wool
  5. kain felt/perca untk hiasan robot
  6. lem serbaguna
Tahap pembuatan
  • Buatlah pola di karton susu untuk kepala dan badannya yang berbentuk dua box yang berukuran kecil untuk kepala dan besar untuk badan robot, ukurannya bebas sesuai besarnya kemasan yang kita pakai. lalu gunting.
  • Tempelkan pola pada lembaran alumunium foil dan gunting dengan melebihkan sekitar 5mm untuk kampuh. 

  • Sulam mulutnya dengan tusuk tangkai dan pasang matanya dengan menjahit kain perca berbentuk linkaran, jelujur dan serut sambil mengisi dengan dakron/kapas. lalu jahit ke mukanya.
  • Jahit semua potongan sisi kepala biarkan satu sisi terbuka sehingga menyerupai kantong, lakukan juga pada potongan badan.
  • Balik dengan hati-hati dan dorong ujungnya pelan-pelan dengan bantuan sumpit.


  • Potong satu sisi pola kepala dari kardus tadi dan masukkan ke kantong kepala yang sudah dijahit tadi dengan bagian yang terbuka tidak tertutup kardus (tadi sudah dipotong kan?), Untuk badan robot hilangkangunting sisi atas dan bawah pola kardus sebelum dimasukkan ke kantung badan. Hal ini untuk memudahkan proses penyambungan abtara agian dengan jahitan tangan (tidak mentok di kardus)

  • Isi  penuh dengan perca agar boneka tidak peot dan jahit sisi yang terbuka dengan rapi

  • Buat tangannya (bentuk sesuai selera) lalu jelujur dan isi dengan dakron. Untuk kaki buat dua tabung seperti guling kecil, masukkan kartun  persegi panjang yang digulung baru isi.

  • Gabungkan bagian-bagian robot dengan jahitan tangan
  • Hias dengan kain felt tempel dengan lem.
Siap dimainkan....beep....beep....bep

Jumat, 25 Mei 2012

CRAFTY FAMILY

Setelah menikah saya melihat ternyata suami saya suka membuat barang-barang sendiri...mungkin karena selama kuliah di arsitek dulu harus sering buat maket ya..., kadang dia membuatkan buku notes untuk saya, membuat sendiri packing mewah untuk proposal perusahaan-perusahan pengembang real estate (karena dulu kerjanya di pers. konsultan kontraktor/arsitek) bahkan membuatkan jam meja dari CD bekas dihadiahkan ke semua teman dekat saya...itu sekelumit hoby suami saya yang klop sekali dengan hoby saya sejak kecil. (memang sudah jodoh ya...Subhanallah)
Saya sendiri waktu SD suka membuat sesuatu sendiri dari membuat amplop dari kertas kado lalu sayalu saya jual ke teman sekelas...(saya sendiri heran kok waktu itu temen saya mau ya beli ....hehehe) sampai membuat boneka sendiri yang mengerikan jadinya (karena saya mengarang sendiri), tapi saya suka dan puas karena saya bisa membuat sendiri. 
Setelah kami punya putra-putri, ditengah kesibukan kami berdua mengurus Tsabita Boneka ini, ternyata tanpa kami sadari mereka juga mencontoh kami, mereka mulai membuat barang-barang lucu sendiri. Kedua putri saya yang di SD (kelas 3  dan 6) sudah mulai bisa membuat kerajinan felt (felt craft) sendiri, bahkan mereka juga menerima pesanan dari teman-temannya membuat boneka felt. (jadi ingat masa kecil dulu). Putra saya   yang SMP juga membuat gantungan kunci dengan gayanya sendiri (namanya juga ABG) yang ternyata pesanan temennya juga. Jadi saya pikir-pikir keluarga kami bisa disebut crafty family. 
Inilah sebagian karya handmade anak-anak saya :)
Buatan putri saya kelas 3 SD

Buatan putri saya kelas 6 SD

Senin, 21 Mei 2012

Kue Jahe Bisa Berlari.....Buat yuk !

Kue jahe bisa berlari?? hehehe.... tentu bukan kue asli , tapi boneka jari untuk bercerita , boneka jari ini cukup untuk dimainkan di jari kecil ananda .....Ssst ada ceritanya juga lho klik The Gingerbread Man alias manusia kue jahe....Ayo dicoba
Bahan & Alat yang diperlukan: 
  1. Kain Felt coklat kira-kira 30cm X 30cm
  2. Benang wool warna sesuai selera
  3. Benang jahit coklat
  4. Dakron/kapas
  5. Gunting
  6. Pola dari kertas gambar
Cara membuat silahkan lhat gambar dan keterangan ya....:)



  1. Pertama tentu buat polanya dulu seperti foto diatas....sederhana kan ? ukuran tinngi 15cm dan lebar dari ujung tangan ke ujung tangan satunya 12cm. 2 lembar untuk badan boneka 1 lembar untuk tempat menyelipkan jari (agak lebih besar sedikit dari pola bonekanya), jika sudah jadi nanti muat untuk tangan anak, kalau ingin muat di tangan bunda perbesar pola + 3mm dari sisi luar pola, jangan terlalu besar karena kain felt bisa melar.
  2. Untuk membantu jelujur tempat jari ke salah satu lembar potongan pola boneka lalu buat lubang pada tengah badan boneka, ini akan jadi bagian belakang boneka kita.
  3. Tumpuk potongan depan boneka mengapit tempat jari, jadi potongan tempat jari ditengah-tengah potongan badan boneka. Jelujur kelilingnya jika perlu.



4.     Jahit keliling boneka dengan mesin jahit/ tangan juga boleh :)
5.     Balik melalui lubang yang dibuat di tengah badan tadi.
6.     Hias dengan sulaman sesuai selera anda dengan mengunakan benang wool untuk mengesankan hiasan               yang terbuat dari gula pada kue. Disini saya menggunaka tusuk rantai pada keliling boneka, tusuk tangkai pada mulut, tusuk pipih pada mata dan kancing, atau anda bisa juga menghias dengan cat timbul....:)




7.       Isilah bagian atas boneka dengan dakron/kapas dengan batuan sumpit untuk mengisi ujung tangan, ingat tidak perlu mengisi kaki karena akan diisi dengan jari pemain.
8.       Tutup lubang isian dengan tusuk tangga/lilit...matikan dengan simpul.

Ayoo mainkan...:)
Jangan lupa ceritanya klik di The Gingerbread Man ada dua bahasa lho!
Selamat mencoba dan bercerita !!

Minggu, 06 Mei 2012

Kisah Tsabita Boneka

Hai teman-teman, kali ini saya akan berbagi kisah tentang Tsabita Boneka

Awalnya ...dari hijrahnya keluarga kecil kami dari Jakarta ke Depok , kami mempunyai banyak kenalan dan teman baru disini. Salah satu kenalan kami- seorang pengrajin topi bayi- memperkenalkan kami pada kain yang disebut emen yang banyak didapat dekat kami tinggal. Kain ini mempunyai karakter yang unik, lembut berbulu halus dan agak elastis dan jika dijahit benangnya seolah tenggelam ke kain. Biasanya kain ini digunakan untuk baju/sweater untuk baju musm dingin.Tidak heran kain ini mudah didapat disini walaupun ada musimnya. karena di dekat wilayah kami ada beberapa garment besar yang mengerjakan baju-baju pesanan brand internasional.

Kembali ke kisah si emen tadi...teman kami tadi mendorong kami untuk membuat sesuatu dari kain emen, dan menunjukkan pada kami dimana kami bisa mendapatkan kain emen- yang waktu itu sangat berlimpah- ...(baik sekali ya teman baru kami ini...salut semoga Allah membalas kebaikkannya ).

Awalnya kami membuat peci bayi dari kain emen tersebut peci itu kami hias dengan kain felt. Idenya tentu karena anak pertama kami laki-laki yang masih balita , jadi kami ingin membuat sesuatu yang lucu yang bisa dipakainya. Disamping menjual sendiri secara langsung dengan gaya PKL di pasar kaget UI (sekarang sudah tidak ada). Kami juga menitipkan karya kami ke kenalan kami di Islamic Book Fair di Jakarta tahun 2001/2002 (kalo ga salah ingat nih). Ternyata responnya sangat luar biasa sehingga saya kewalahan menjahit peci sendiri. Saya pun mulai hunting penjahit untuk membantu, tapi pencarian  ini ternyata tidak mudah dan  membutuhkan waktu cukup lama untuk mencari penjahit yang cocok bekerjasama dengan kami.

Seiring dengan pertumbuhan putri kedua kami yang memasuki usia balita dan hadirnya putri ketiga kami yang kami beri nama Tsabita, saya mulai berfikir untuk membuatkan mainan untuk anak-anak putri kami, tentu mainan itu harus aman dan bernilai edukasi. Akhirnya saya mempunyai ide untuk membuat boneka muslim yang bajunya bisa dibongkar pasang dari kain emen yang pada saat itu (tahun 2003) belum ada yang menjualnya -setidak-tidaknya di dekat daerah kami tinggal belum ada mungkin di daerah lain sudah ada ya :). Saya pun berusaha belajar membuat boneka secara autodidak dari buku import pinjaman (weleh-weleh gak modal banget ya), hasilnya putri kedua kami Izzah sangat menyukai boneka buatan saya..duh senangnya karya pertama langsung sukses untuk anak :)

Tanpa diduga teman-teman saya pun tertarik dan minta dibuatkan boneka yang sama dengan boneka punya Izzah, inilah awal dari binis boneka buatan kami yang akhirnya kami beri merk Tsabita seperti nama putri ketiga kami yang waktu itu masih bayi. 

Saat Islamic book Fair 2003 kami mencoba menitipkan boneka muslim buatan kami ke stand kenalan kami sebanyak 50 boneka yang lagsung habis dalam sehari di hari pertama!. Padahal saya hanya membuat cuma 50 boneka itu saja yang saya pikir cukup untuk pameran selama seminggu :). Sejak saat itulah kami mantap dan fokus menggeluti kerajinan membuat boneka ini bahkan suami saya memberi dukungan penuh waktu dan tenaganya dengan meninggalkan pekerjaanya sebagai konsultan arsitek di tempat dia bekerja.

Kini model dan desain buatan Tsabita Boneka telah semakin berkembang bukan hanya boneka muslim tetapi juga boneka tangan, boneka jari dan boneka muppet , bahkan boneka tangan profesi kami sempat diliput media seperti tabloid Nova, Koran Tempo, Majalah Aliya, TransTV dan  DAAI TV sekitar tahun 2005-2006 bisa di lihat di http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=11738&no=2  .Dan peminat boneka kami bukan hanya dari Indonesia tapi juga sudah menjangkau Malaysia dan Singapura.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan ilham kepada kami dan membuka jalan bagi kami untuk menggeluti usaha kerajinan boneka ini. Mudah-mudahan kami tetap menjadi orang yang bisa mensyukuri nikmat Nya. Demikian teman-teman sebagian kisah awal mulanya Tsabita boneka. semoga bermanfaat.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...